Kamis, 14 April 2016

Pengertian Globalisasi dan Dampak Sosial Sebagai Akibat Globalisasi

Pengertian Globalisasi dan Dampak Sosial Sebagai Akibat Globalisasi

Globalisai adalah suatu proses penyebaran unsur-unsur hal baru khusnya yang mengangkut informasi secara duniawi melalui media cetak dan elektronik. Secara terbatas globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan teknologi di bidang komunikasi dunia. Misalnya memalui televisi pada siaran berita, kita dapat melihat dan memperoleh informasi yang relatif singkat. Adanya kemajuan teknologi dan komunikasi menyebakan informasi yang datang dari luar pun dapat dengan mudah kita terima. Misalnya lewat radio,televisi dan lain-lain. Teknologi memberikan kemungkinan-kemungkinan yang sangat luas untuk memanfaatkan hasil-hasil alam.

Perkembangan teknologi seperti di negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Jerman dan sebagainya merupakan contoh di mana masyarakat tidak lagi pasif menghadapi tantangan alam sekitar. Keadaan semacam ini disebut modernisasi yang akan berkembang terus sampai melahirkan era globalisai.

Dengan globalisai ini, unsur-unsur budaya asing akan mudah masuk ke Indonesia. Budaya yang datang dari luar tidak semuanya positif bagi perkembangan dan kehidupan bangsa indonesia yang berdasarkan pancasila. Tetapi unsur-unsur budaya asing yang masuk ada juga yang bersifat negatif.

Unsur-unsur asing yang dapat diterima tentunya lebih dulu mengalami proses pengolahan. Unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima oleh masyarakat misalnya unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan dan ideologi. Selain itu, unsur-unsur yang dipelajari pada tahap pertama proses sosialisasi misalnya, makanan pokok suatu masyarakat juga termasuk salah satu unsur kebudayaan yang sulit diterima. Dengan globalisasi berbagai unsur kebudayaan juga akan masuk. Hal ini akan membawa dampak positif dan negatif dari globalisasi. 

Berikut ini dampak Positif dan negatif dari globalisasi :
  1. Dampak Positif Globalisasi

    Globalisasi memberikan dampak positif terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui sarana elektronik seperti radio, televisi dan komputer serta sarana elektronik lainnya globalisasi dapat mempercepat keberhasilan pembangunan di bidang sumber daya manusia. Globalisasi menumbuhkan kinerja yang berwawasan luas beretos kerja tinggi pada tiap individu. Selain itu, dibidang sosial budaya globalisasi juga memberikan dampak positif. Globalisasi dapat menumbuhkan dinamika yang terbuka pada individu sehingga tanggap akan adanya unsur-unsur pembaharuan.

  2. Dampak Negatif Globalisasi

    Dampak globalisasi tidak hanya bersifat positif, tetapi juga dapat bersifat negatif. Dampak negatif tersebut misalnya, dapat berupa goncangan budaya, pergeseran nilai-nilai budaya, dan ketimpangan budaya

    • Goncangan budaya

      Goncangan budaya terjadi karena adanya anggota masyarakat yang tidak siap menerima kenyataan perubahan-perubahan akibat globalisasi.Misalnya adanya masyarakat yang tergusur karena adanya pembangunan gedung-gedung perkantoran, kejadian ini membuat mereka harus mencari tempat tinggal baru.

    • Pergeseran nilai-nilai budaya yang menimbulkan anomi

      Masuknya unsur-unsur globalisasi yang sangat gencar dalam waktu yang relatif cepat akan mengakibatkan terjadinya berbagai perubahan sosial secara berkesinambungan. Sayangnya sistem dan norma yang ada dalam masyarakat tidak siap mengantisipasi terjadinya perubahan-perubahan itu.Akibatnya masyarakat mengalami anomi, di mana mereka tidak mempunyai pegangan terhadapapa yang baik dan buruk.

    • Ketertinggalan Budaya

      Didalam masyarakat seringkali terjadi ketidakserasian dalam perubahan unsur-unsur masyarakat atau kebudayaan. Ketidakserasian tersebut menimbulkan apa yang dinamakan ketertinggalan budaya. Pada masyarakat yang sedang mengalami perubahan pada unsur masyarakat dan kebudayaan mengalami kelainan yang seimbang. Apabila terjadi ketidakserasian akan mengakibatkan kegoyahan dan keserasian masyarakat terganggu. Misalnya, Pertambahan jumlah kendaraan yang sering kita lihat di jalan raya Khususnya di Jakarta. Pertambahan kendaraan ini justru tidak sejalan dengan lebarnya ruas jalan raya sehingga mengakibatkan kemacetan.

      Cultural lag dapat juga diartikan dengan adanya ketertinggalan alam pikiran dengan perkembangan teknologi. Misalnya, di Indonesia penggunaan komputer sudah mulai menyebar. Tetapi, sayangnya penggunaan komputer tidak diimbangi dengan peralatan khusus untuk perbaikan komputer jika rusak, juga ketersediaan aliran listrik yang dibutuhkan untuk menggunaan komputer.


       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar